Jumat, 01 April 2011

SID Senang Bisa Beri Semangat Kaum Trans Gender


Saat ditanya mengenai pernikahan drummer  Superman Is Dead, Jerinx menolak untuk menjawab. Baginya pertanyaan ini tak ada kaitan dengan bandnya. Jerinx yang jarang membahas masalah pasangan atau pacar banyak disalah tafsirkan bahwa dirinya seorang gay.
"Banyak yang bilang saya gay karena saya engga pernah
membicarakan masalah pasangan atau pacar," ujarnya saat dijumpai di Kantror Sony Music Jl. Johar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/1).
Dengan adanya pemberitaan serta omongan seperti itu ditepis oleh Jerinx. "Kalau ada yang bilang di depan aku ya dia masalah buat aku," paparnya.
Lagu-lagu SID yang menyuarakan kesetaraan dan sosial membuat mereka mempunyai penggemar dari kalangan trans gender. Jerinx merasa senang bahwa lagu-lagu SIDbisa memberikan semangat untuk para kaum minor ini.
"SID punya lumayan penggemar trans gender, kalangan lesbi dan gay. Banyak yang mengucapkan terima kasih karena mereka merasa bersemangat dengan lirik lagu yang kita buat," tukasnya.
»»  Baca Selengkapnya

Superman Is Dead Masuk Billboard Uncharted

Grup Superman Is Dead (SID) menorehkan prestasi di jagad musik tanah air. Grup asal Pulau Dewata, Bali, itu masuk dalam deretan Billboard Uncharted. Billboard Uncharted adalah sebuah penghargaan cutting edge untuk band yang tidak masuk mainstream mereka, tapi memiliki masa atau kekuatan lapangan yang patut diperhitungkan.
"Saya mewakili SID sangat merasa bangga, bisa membawa nama Indonesia dalam persaingan global musik Internasional. Kami berharap ini sebuah awal dari band-band lain untuk bisa duduk di kancah internasional," ujar Jerinx, drummer SID, saat ditemui di Kantor Sony Music, Jl. Johar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/1).
Menurut Jerinx, ada sekitar 1,7 juta penggemar SID menurut statistik di situs pertemananFacebook. Sebagian besar dari Indonesia, yakni 70 persen, sisanya dari Australia dan negara Eropa lain.
"Awalnya kita fokus di MySpace. Seiring evolusi waktu muncullah Facebook. Pertama kali dibuat oleh teman kami di Jakarta sekitar tahun 2007 kita sudah mulai fokus di Facebook," papar Jerinx.
Pertama kali membuat akun di Facebook, jumlah fans SID sebenarnya tak terlalu fantastis. Tapi setelah balik dari tur di Australia jumlah mereka makin meningkat. Dan jumlah tersebut makin meningkat lagi setelah mereka melakukan tur ke Amerika.  
»»  Baca Selengkapnya

Superman Is Dead DVD-kan Hasil Tur di Amerika

Walaupun tidak seterkenal band papan atas seperti Peterpan atau Ungu, nama Superman Is Dead atau SID sudah dikenal di manca negara. Grup asal Bali yang terdiri dari Jerinx, Eka, dan Bobby ini malahan sudah menggelar tur konser di Amerika. Dan hasilnya akan diaplikasikan dalam bentuk DVD agar bisa dinikmati para penggemar mereka di tanah air.
"Kemarin hasil tur di Amerika kita bikin DVD. Ini selipan dari merchandise yang kita bikin," kata Eka yang dijumpai di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (10/8).
Untuk DVD ini sendiri, tambah Bobby, tidak hanya dipasarkan di Indonesia. Ada sebagian yang dibawa ke luar negeri sebagai pemasaran tidak langsung. Contohnya saja, saat mereka memasarkan di Indiana Polis. Di sana penjualan album SID cukup bagus. "Ada lah 3 atau 4 orang yang beli," imbuh Jerinx.
Pengalaman di Amerika juga seru. Di negeri Paman Sam itu mereka harus bersaing ketat dengan band-band lokal lainnya. "Beda banget kalau di Amerika. Kita jarang yang tahu, paling dari seribu yang tahu cuma satu. Kita harus bersaing dengan mereka," kataEka.
"Ya, di sana juga sangat panas sekali dan tidak cocok dibilang American Tour, tapi African Tour, karena kita balik pada gosong semua," ujar Bobby sambil tertawa.
»»  Baca Selengkapnya

Superman Is Dead Pernah Rasakan Dilempar Air Kencing

Buah kesuksesan dan ketenaran grup asal Bali, Superman Is Dead (SID) bukan datang secara tiba-tiba. Perjuangan panjang dengan segala resiko telah dilalui oleh grup dengan personel Bobby Cool (vokal), Eka Rock (gitar) dan Jerinx (drum) itu.
"Karir kita melalui proses yang sangat panjang, mulai dari tahun 95, sudah 15 tahun mulai dari isu-isu yang negatif. Bisa dikatakan dari 15 tahun ini baru dirasakan hasilnya, bisa diartikan kita baru menghasilkan benih-benih yang kita tanam," terang Bobby Cool, saat ditemui di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (29/10).
"Ketika kita memutuskan dari indie ke label banyak yang iri, banyak yang menganggap kita mengkhianati diri dan melacurkan diri. Kita menepisnya dengan tetap bermain dengan secara dewasa," terangnya.
Tidak hanya itu, SID juga melakukan kritik dan kepedulian sosial dalam sejumlah aksi, termasuk sikapnya melawan undang-undang pornografi dan porno aksi di Bali. Bahkan di Kuta, Bali, pemilik album ANGELS AND OUTSIDERS! itu juga menggelar acara kecintaan laut dan bersepeda santai.
Sehingga sebagai grup band cadas, dirinya kerap mendapat penilaian miring dari kalangan penggemar musik rock punk. Hingga tindakan kasar berbau intimidasi pun kerap dialami.
"Banyak orang bilang SID apaan tuh? Band punk, band yang kurang liar, kita ngalamin dikejar-kejar, dilempar pakai air kencing. Kita pernah ngalamin itu, kita pernah mengalami apa sih bahaya itu," pungkasnya.
»»  Baca Selengkapnya